Browser Anda tidak mendukung javascript.

RajaBacklink.com, Tempat Berkumpulnya Seluruh Blogger Indonesia
Apakah Traditional Marketing Masih Berguna di Era Serba Digital?
14-Jun-2020

Apakah Traditional Marketing Masih Berguna di Era Serba Digital?


Anda tentu mendengar kalau digital marketing adalah masa depan bisnis karena hampir seluruh
orang di planet ini menggunakan internet sebagai tempat hang out sehingga untuk apa
melakukan pemasaran dengan metode lama?
Anda mungkin terkejut mendengar jawaban berikut, traditional marketing masih ada gunanya di
era yang serba digital ini.
Ada sesuatu yang dimiliki oleh traditional marketing yang tidak bisa dimiliki oleh digital
marketing untuk saat ini sehingga traditional akan terus berjaya meskipun pemasaran digital
semakin mendominasi.


Apakah itu?


Hubungan personal. Kebanyakan bisnis zaman sekarang tentu fokus memperkenalkan brandnya
melalui pemasaran digital, akan tetapi yang mereka lewatkan adalah pembeli masih
membutuhkan hubungan personal dengan penjual.
Hubungan tersebut akan membuat pelanggan semakin percaya karena khususnya di dunia online
di mana penipuan dan SPAM sering terjadi.

Siapa yang perlu menggunakan traditional marketing?


Walau traditional marketing masih ada tempatnya di era digital, tidak semua bisnis dapat
menggunakannya karena traditional marketing hanya akan bekerja jika audiens anda memang
menggunakan media offline.
Anda mungkin bertanya, audiens apa? Kalau semua orang sudah sibuk dengan smartphonenya?
Berdasarkan data Internet World Stats (IWS) pengguna internet untuk tahun 2020 ini baru
mencapai 4.6 milyar. Hal ini berarti masih ada 3.2 orang yang masih belum mengerti tentang
penggunaan internet.
Sebagian besar dari mereka tentu generasi tua, mereka masih suka membuka koran di pagi hari
sambil minum kopi, sehingga kalau anda mengabaikan mereka, maka anda telah melewatkan
kesempatan pasar yang ramai dan sepi persaingannya.
Berikut ini merupakan bisnis-bisnis yang bisa menggunakan traditional marketing:


1. Bisnis lokal


Bisnis lokal tentu bisa menggunakan digital untuk memperluas jangkauannya, akan tetapi
sebagian pasar lokal khususnya di daerah pedesaan masih belum menggunakan internet
sepenuhnya sehingga penggunaan media offline masih dibutuhkan.


2. Bisnis warisan keluarga


Bisnis warisan keluarga seperti toko kecil bisa menggunakan tradtitonal marketing karena
sebagian besar audiensnya merupakan generasi tua yang masih menggunakan media offline.


3. Bisnis internasional


Walau sebagian besar bisnis internasional menggunakan digital untuk mempopulerkan brandnya,
ada beberapa bisnis yang masih menggunakan traditional marketing. Sebagai buktinya, anda
masih melihat iklan produk di TV dari perusahaan besar.


Metode Traditional Marketing


1. Koran atau majalah


Koran atau majalah masih menjadi media bacaan favorit masyarakat, akan tetapi kebanyakan
iklan di koran atau majalah selalu berujung gagal.
Kenapa?
 Tidak ada cara untuk menghubungi perusahaan.

 Isi iklannya tidak berhubungan dengan kebutuhan audiens.
 Tidak ada Call To Action.
Jika anda menjalankan iklan lewat koran atau majalah, hindari kesalahan berikut!


2. TV atau Radio


Iklan di TV atau radio masih ada, tetapi pernahkah anda bertanya bagaimana bisa perusahaan
tersebut menghasilkan uang?
Iklan yang ada di TV atau Radio biasanya mengutamakan brand. Itulah kenapa iklannya diulang-
ulang terus dan kebanyakan perusahaan selalu mendapat ROI ketika mengiklankan brandnya.
Kalaupun mereka memang tidak mendapat untung, lalu kenapa mereka tetap menjalankan
iklannya di tv atau radio?


3. Event atau acara


Networking masih menjadi sesuatu yang harus dilakukan pebisnis karena tidak semua deal
terutama yang besar bisa didapat di internet, beberapa membutuhkan hubungan personal terlebih
dahulu.


4. Mulut ke mulut


Mulut ke mulut terdengar melelahkan bukan?
Namun, anda tidak perlu capek mengetuk pintu rumah orang setiap harinya, anda hanya perlu
membuat rantai konsumen dengan menggunakan teknik refereal.
Pada dasarnya, anda menawarkan hadiah seperti diskon atau hadiah spesial kepada konsumen
yang membeli dari anda jika ia bisa membawakan anda kenalannya ke anda.
Dengan begini orang tersebut akan menyarankan bisnis anda kepada kenalannya sehingga anda
mendapat sumber konsumen yang tidak habis-habis.

Baca Juga

Strategi Setelah SEO Panda atau Penguin Paling Ampuh untuk Bloggers

Strategi Setelah SEO Panda atau Penguin Paling Ampuh untuk Bloggers

Di masa yang lalu atau tepatnya sekitar tahun 2011 ketika Google Panda diumumkan, banyak blogger mengira bahwa ini akan seperti perubahan Google Algoritma pada umumnya.

baca detail

website bisnis online

Kunci Sukses untuk Membuat Website Bisnis Online yang Menguntungkan, Anda Wajib Tahu!

Jika anda memiliki bisnis, maka rasanya akan sangat rugi apabila anda tak memanfaatkan dunia online dan membuat bisnis anda menjadi bisnis online. Potensi untuk meraih

baca detail

5 Website Keren yang Bisa Anda Gunakan untuk Mengecek Rangking Web Anda

5 Website Keren yang Bisa Anda Gunakan untuk Mengecek Rangking Web Anda

Setiap blogger pasti akan menggunakan keyword yang paling banyak dicari oleh pengguna, secara khusus karena keyword tersebut akan membantu website mereka untuk terlihat

baca detail

6 Tips Mudah Membangun Sebuah Website untuk Tujuan Bisnis

6 Tips Mudah Membangun Sebuah Website untuk Tujuan Bisnis

Membangun bisnis bisa menjadi pilihan bagi anda yang tak mau selalu patuh pada peraturan dan ingin mencari kebebasan. Nah, apabila anda tertarik dengan mambangun bisnis

baca detail

PT Media Promosi Online

Cirebon

Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia

Bandung

Ruko Puri Dago no. A3 Jl. Terusan Jakarta
Antapani, Bandung 40293, Jawa Barat, Indonesia

Copyright © RajaBackLink.com 2020 - All rights reserved
Copyright © RajaBackLink.com 2020
All rights reserved

Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.