
Dalam dunia kamera modern yang kini dikuasai teknologi mirrorless, nama Sony Alpha SLT-A77 Mark II mungkin terdengar seperti peninggalan masa lalu. Kamera ini bukan mirrorless, bukan DSLR, melainkan SLT (Single-Lens Translucent), teknologi unik Sony yang kini sudah jarang digunakan. Namun meskipun semakin tenggelam di tengah gempuran seri Sony Alpha mirrorless, A77 Mark II tetap memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi pengguna tertentu bahkan di tahun 2025.
Artikel ini akan membahas review lengkap, spesifikasi, serta keunggulan dan kekurangan Sony Alpha SLT-A77 Mark II dalam sekitar 700 kata.
Tipe Kamera: SLT (Translucent Mirror Technology)
Sensor: APS-C CMOS 24.3 MP
Prosesor: BIONZ X
ISO: 100–25.600
Sistem Fokus: 79-point AF dengan 15 cross-type
Continuous Shooting: 12 fps
Shutter Speed: 1/8000s – 30s
Video: Full HD 1080p hingga 60 fps
Viewfinder: OLED Electronic Viewfinder 2.36M-dot
Layar: 3 inci, articulating, 1.23M-dot
Stabilization: Built-in SteadyShot INSIDE
Konektivitas: Wi-Fi, NFC
Berat: 647 gram (body only)
Slot Kartu: Single SD card
Dari spesifikasi saja terlihat bahwa kamera ini fokus pada performa cepat, terutama untuk fotografi aksi, olahraga, atau satwa liar. Teknologi SLT memungkinkan autofocus tetap aktif bahkan saat memotret burst, karena cermin semitransparan tidak harus naik-turun seperti DSLR.
1. Kecepatan Burst 12 fps yang Masih Impresif
Bahkan untuk standar kamera modern, 12 fps adalah angka yang serius. Didukung sistem AF 79 titik, kamera ini sangat cocok untuk menangkap momen-momen cepat seperti olahraga, hewan bergerak, atau street action. Kecepatan ini menjadi salah satu alasan utama A77 Mark II tetap diperhitungkan.
2. AF Tracking yang Stabil Berkat Teknologi SLT
Keunggulan kamera SLT adalah autofocus yang bekerja secara penuh tanpa gangguan dari cermin bergerak. Ini memberi A77 Mark II keunggulan pada tracking subjek, terutama untuk objek bergerak cepat. Performerannya masih bisa bersaing dengan kamera DSLR kelas menengah.
3. Built-in Stabilization (IBIS)
Sebelum Sony terkenal dengan teknologi stabilisasi 5-axis di mirrorless, mereka sudah menghadirkannya dalam bentuk SteadyShot INSIDE pada seri A-mount. Keuntungan sistem ini adalah stabilisasi berlaku untuk semua lensa yang dipasang, termasuk lensa-lensa lama A-mount.
4. EVF yang Cerah dan Informatif
Meski kamera ini berdesain DSLR, viewfinder-nya adalah EVF, bukan optik. Ini memberi keuntungan bagi pemula dan profesional: what-you-see-is-what-you-get, exposure bisa dipantau sebelum memotret, dan informasi tambahan seperti histogram dapat muncul langsung di viewfinder.
5. Build Quality Kokoh dan Tahan Cuaca
A77 Mark II punya body magnesium alloy dengan weather-sealing cukup baik. Kamera ini kuat untuk dibawa ke medan menantang seperti hiking, perjalanan outdoor, hingga pemotretan hujan tipis.
6. Harga Bekas Terjangkau dengan Performa Oke
Pada 2025, harga A77 Mark II di pasar bekas sangat ramah kantong. Bagi pengguna yang ingin kecepatan dan auto-focus kuat tanpa harus membeli kamera mahal, ini bisa jadi pilihan menarik.
1. Sistem A-mount Sudah Hampir “Punah”
Kekurangan terbesar kamera ini bukan pada performanya, tetapi pada ekosistemnya. Sony secara resmi berfokus pada sistem mirrorless E-mount, sehingga lensa baru A-mount sudah tidak dikembangkan lagi. Ini membuat masa depan sistem A-mount tidak jelas.
2. Performa Low-Light Kurang Kompetitif
Sensor APS-C 24 MP dengan teknologi tahun 2014 memiliki keterbatasan dalam ISO tinggi. Noise mulai terlihat jelas pada ISO 3200 ke atas. Ini membuat kamera kurang ideal untuk indoor gelap atau night photography.
3. Video Full HD Saja
Di era konten 4K, kamera ini hanya mampu merekam 1080p, yang mungkin terasa ketinggalan bagi videografer modern. Meski kualitasnya cukup oke, kurangnya 4K membuatnya kurang menarik bagi pembuat konten.
4. Single Card Slot
Untuk kamera yang menyasar fotografer aksi dan profesional, satu slot kartu memori terasa sebagai kekurangan signifikan. Tidak ada backup file saat memotret momen penting.
5. Bobot Lebih Berat dari Mirrorless
Meski tidak seberat DSLR profesional, A77 Mark II tetap terasa bongsor jika dibandingkan kamera mirrorless APS-C masa kini.
Sony Alpha SLT-A77 Mark II adalah kamera unik yang menawarkan kecepatan luar biasa, autofocus solid, dan value menarik untuk harganya saat ini. Jika Anda membutuhkan kamera untuk action photography, memotret olahraga, atau satwa liar, kamera ini masih sangat bisa diandalkan.
Namun, jika Anda mencari kamera dengan ekosistem lensa masa depan, kualitas video modern, atau low-light kuat, maka kamera mirrorless seperti Sony A6400, A6600, atau A7 II mungkin pilihan lebih aman.
A77 Mark II adalah kamera cepat yang sering dilupakan namun pada tangan yang tepat, ia masih mampu menunjukkan taringnya.
RajaBacklink.com - Toyota terus memperkuat posisinya di segmen kendaraan ramah lingkungan dengan meluncurkan Corolla Cross Hybrid (HEV), SUV kompak yang menggabungkan
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas
Untuk meningkatkan ranking website dan mendapatkan traffic maka pergunakan perangkat SEO seperti backlink (inbound link) atau link building, link building merupakan
Hadirkan Strategi Omnichannel Marketing Untuk Pengalaman Pelanggan Yang Konsisten Di Tahun 2026
Persaingan bisnis di Indonesia pada tahun 2026 menuntut pelaku usaha untuk segera menghadirkan strategi omnichannel marketing guna menciptakan pengalaman pelanggan yang
Mengapa Kurangnya Konten Lokal Jadi Tantangan Besar Internet Marketing Indonesia 2026?
Kurangnya konten lokal yang relevan menjadi tantangan besar yang dihadapi internet marketing Indonesia 2026, menghambat banyak bisnis untuk menjangkau audiens secara
PT Media Promosi Online
Cirebon
Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia
Bandung
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115, Jawa Barat, Indonesia
Informasi
Pembayaran
Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.