
Kalau kamu sering lihat motor harian yang tampilannya sudah “racing look”, kemungkinan besar kamu akan menemukan nama KTC Racing di beberapa komponennya. Brand aftermarket ini memang terkenal dengan part yang harganya terjangkau tapi menawarkan performa dan tampilan ala motor balap. Salah satu produk yang paling sering dicari adalah Kaliper KTC Racing 2P. Di kelas dua piston, model ini digadang-gadang sebagai pilihan menarik untuk pengguna motor 150–250 cc yang ingin mendapatkan rem lebih kuat tanpa bayar mahal.
Tapi apakah benar begitu? Apakah Kaliper KTC Racing 2P ini benar-benar “racing”, atau hanya nama saja? Yuk kita bongkar secara jujur dan lengkap.
KTC Racing memang konsisten menawarkan desain yang tampak agresif. Begitu juga pada kaliper 2 piston mereka. Secara visual, kaliper ini tampak lebih berani dibanding OEM maupun beberapa kompetitor. Bentuknya lebih tegas, cenderung mengotak, dengan garis-garis yang menonjolkan kesan kompetisi.
Tersedia dalam berbagai warna seperti:
Merah
Hitam
Gold
Titanium
Warna-warna ini membuatnya mudah dipadukan dengan konsep motor apa pun, mulai dari motor matic harian hingga sport touring. Banyak pengguna memilih KTC Racing 2P bahkan sebelum mengetahui performanya karena tampilannya memang langsung menaikkan level visual motor.
Yang menarik, finishing KTC terlihat cukup rapi untuk produk di kelas harga menengah. Logo KTC juga dicetak jelas dan membuat kaliper ini tampak lebih premium dari harganya.
Kaliper KTC Racing 2 piston ini memang didesain untuk memberikan peningkatan performa dibanding rem bawaan pabrik. Dan, ya, dalam praktiknya memang ada peningkatan yang cukup terasa.
Tuas rem terasa lebih responsif, dan kampas langsung menggigit cakram begitu ditekan. Untuk harian dan touring ringan, peningkatan ini sangat membantu.
Kamu bisa mengatur tekanan rem lebih presisi, tidak jedak-jeduk seperti beberapa kaliper bawaan motor.
Saat pengereman mendadak pada kecepatan sedang, kaliper ini terasa cukup meyakinkan.
Namun perlu diingat, KTC Racing adalah produk mid-level, bukan high-end. Jadi, wajar jika beberapa batasan tetap muncul.
Jika kamu sering melakukan pengereman berulang dalam jarak dekat atau medan berat (misalnya tanjakan ekstrem atau balap), rem bisa mulai menurun performanya.
Masih kalah jauh dari kaliper high-performance, terutama jika dibandingkan radial atau model empat piston.
Singkatnya, performanya lebih baik dari OEM, tetapi belum masuk kategori premium. Cocok untuk upgrade ringan, bukan untuk kompetisi serius.
Durabilitas adalah hal yang sering dipertanyakan pada produk aftermarket mid-level. Untuk KTC Racing 2P ini, hasilnya cukup positif.
Bodinya kokoh, tidak mudah panas berlebihan, dan finishing-nya tidak cepat terkelupas.
Asalkan motor dicuci rutin dan kaliper tidak dibiarkan kotor terlalu lama, piston KTC cukup bisa diandalkan.
Namun, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Beberapa pengguna melaporkan kebocoran seal setelah hampir satu tahun pemakaian intensif. Namun ini sering dipengaruhi kualitas cairan rem dan kondisi lingkungan.
Kaliper yang warnanya glossy lebih rentan tergores, jadi butuh perawatan perlahan.
Secara keseluruhan, durabilitas KTC Racing 2P berada di level “oke”, tidak buruk, tapi bukan yang paling tahan banting.
KTC Racing termasuk produk aftermarket yang sudah disiapkan agar mudah dipasang di berbagai tipe motor. Tersedia bracket untuk banyak model, seperti:
Aerox dan NMAX
PCX, Vario
R15, MT15, Vixion
CB150R, CBR150R
MX King
GSX Series
Sebagian besar bengkel umum sudah terbiasa memasang kaliper ini, sehingga proses instalasinya cepat dan tidak ribet. Namun tetap disarankan untuk memastikan bracket benar-benar presisi, karena presisi adalah kunci performa rem maksimal.
Di harga sekitar 400–700 ribuan tergantung varian dan warna, Kaliper KTC Racing 2P merupakan salah satu pilihan paling masuk akal untuk upgrade pengereman.
Yang kamu dapatkan:
tampilan racing yang keren
performa lebih responsif dari OEM
harga terjangkau
brand yang cukup terpercaya di kalangan modifikator
pilihan warna dan model banyak
Jika dibandingkan RCB 2P atau Nissin OEM, KTC sering dipilih karena visual dan feel remnya sedikit lebih agresif.
Meski memakai nama “Racing”, performanya sebenarnya lebih cocok untuk harian dan touring ringan, bukan kompetisi penuh. Jadi, jangan berharap rem sekelas Brembo atau Tokico racing.
Selain itu:
rawan fade jika terlalu panas
kualitas seal bervariasi antar batch
perlu servis berkala agar tetap maksimal
Namun kekurangan ini masih wajar untuk harga yang diberikan.
Jawaban singkatnya: Worth it, selama harapanmu realistis.
Kaliper KTC Racing 2P cocok untuk kamu yang ingin:
tampilan lebih racing
performa rem meningkat dari OEM
harga ramah kantong
pemasangan gampang
Kaliper ini memberikan perpaduan menarik antara desain, performa, dan harga, sehingga layak masuk daftar rekomendasi upgrade pengereman kelas menengah.
Jadi, Kaliper KTC Racing 2P ini racing beneran atau gimmick?
Hasil akhirnya: 70% fungsi, 30% gaya dan itu cukup untuk kebanyakan pengguna jalanan.
Jasa Review Murah dan Berkualitas
Jasa review sudah menjadi jasa yang sangat diperlukan oleh setiap pemilik bisnis. Jasa review ini bertugas dalam membuatkan suatu artikel yang isinya mereview suatu
Kepercayaan Konsumen dengan Backlink dan Review
Di era yang semakin maju seperti saat ini telah banyak bermunculan jasa backlink, sebuah layanan jasa yang menyediakan penukaran link untuk mengarahkan pengunjung dari
Film Pendek sebagai Media Branding yang Efektif
Menggunakan Film Pendek sebagai Media Branding telah menjadi pilihan banyak merek untuk memperkenalkan produk atau layanan mereka kepada audiens. Dalam era digital yang
Sudahkah Anda Menyiapkan Strategi Menghadapi Gejolak Tantangan Internet Marketing Tahun 2026?
Memasuki awal tahun 2026, para pelaku bisnis di Indonesia mulai mempertanyakan Sudahkah Anda Menyiapkan Strategi Menghadapi Gejolak Tantangan Internet Marketing Tahun
PT Media Promosi Online
Cirebon
Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia
Bandung
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115, Jawa Barat, Indonesia
Informasi
Pembayaran
Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.