Browser Anda tidak mendukung javascript.

RajaBacklink.com, Tempat Berkumpulnya Seluruh Blogger Indonesia
Hindari 10 Kata Ini Sebisa Mungkin Saat Melakukan Proses Penjualan
12-Nov-2019

Hindari 10 Kata Ini Sebisa Mungkin Saat Melakukan Proses Penjualan


Selama puluhan tahun para manajer, marketer, pelatih, dan penulis menganggap penggunaan
kata-kata merupakan hal paling penting dan paling sulit di dalam proses penjualan karena kalau
ada satu kata saja yang anda salah ucapkan, maka peluang terjadinya kesepakatan telah hilang.
Kalau anda seorang pebisnis atau ahli jual, pastinya anda sudah tahu seberapa sulitnya untuk
mengatur pertemuan dengan klien bukan?
Oleh karena itu dari banyak kata-kata dalam kamus bahasa Indonesia, pasti anda kebingungan
dengan memilih kata mana yang harus anda gunakan dan kata mana yang tidak boleh anda
gunakan.
Namun, anda sedang beruntung karena ulasan berikut akan membahas mengenai 10 kata yang
harus anda hindari sebisa mungkin saat melakukan proses penjualan. Jadi apa saja 10 kata
terlarang itu? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan berikut!


1. Sebenarnya

Kata sebenarnya hanya akan menimbulkan keraguan dan rasa penasaran karena dengan

mengatakan sebenarnya, anda secara tidak langsung memberi tahu klien anda kalau ada
informasi yang belum anda jelaskan.
Contohnya, jika klien bertanya "Berapa banyak klien yang pernah anda layani sebelumnya?"
Kemudian anda menjawab "Kami sebenarnya telah melayani 100 klien". Dengan kata
sebenarnya itu berarti masih ada informasi yang belum anda sampaikan sehingga membuat klien
bertanya lebih banyak.

2. Percaya

Proses penjualan membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi, tetapi jika anda mengatakan
kata percaya seperti "percaya saja dengan perjanjian ini" kata itu hanya akan menurunkan
kepercayaan klien karena apakah anda percaya sepenuhnya dengan orang yang baru anda kenal?
Tentu saja tidak.
Apa lagi, di proses penjualan kedua pihak biasanya belum pernah bertemu satu sama lain, maka
berhati-hatilah dengan kata percaya. Kalaupun anda ingin dipercaya anda tidak perlu
menggunakan kata percaya karena aksi anda bicara lebih besar daripada ucapan anda.


3. Jujur


Apa yang salah dengan jujur? Bukankah setiap orang harus jujur? Masalahnya, di saat anda
mengatakan jujur berarti pernyataan yang telah anda katakan sebelumnya tidaklah benar.
Walaupun mengatakan kata jujur kedengarannya menunjukan kalau anda ini orang yang
bermoral, tetapi arti sebenarnya hanya akan menurunkan kepercayaan klien.
Jadi, kata apa yang bisa menggantikan kata jujur? Anda tidak perlu mengganti atau memakai
kata jujur karena melalui percakapan saja anda sudah jujur sehingga penggunaan kata jujur tidak
diperlukan.


4. Beli


Tentu saja, anda ingin klien membeli sesuatu dari anda, tetapi setiap orang pasti tidak suka
dengan kata beli karena kata beli akan memicu respon negatif seperti mengeluarkan uang dan
respon penolakan lainnya.
Daripada kata beli lebih baik anda gunakan kata seperti memiliki, dapatkan, dan
menginvestasikan karena orang lebih suka memiliki atau berinvestasi dibandingkan membeli.


5. Semoga atau harap


Penggunaan kata semoga atau harap seperti "saya harap kita bisa menjalani hubungan" atau
"semoga hasil kesepakatan ini akan menguntungkan" hanya akan menimbulkan kecemasan
karena semoga atau harap berarti menandakan hal yang belum pasti, tetapi setiap klien
menginginkan hasil yang pasti karena mereka sendiri sangat berhati-hari dalam mengeluarkan

biaya untuk meraih hasil yang menguntungkan oleh karena itu hindari penggunaan kata semoga
atau harap.

6. Mungkin


Mungkin merupakan kata yang tidak pasti sehingga kalau anda menggunakan kata mungkin
seperti "mungkin hasilnya akan terlihat dalam waktu..." berarti anda tidak percaya diri dan tidak
yakin dengan hasil yang bisa diberikan oleh produk/jasa anda.
Jadi, hapus kata mungkin di kamus anda saat melakukan penjualan karena klien akan kehilangan
harapan ketika mereka tahu kalau anda ini tidak percaya diri untuk memberikan hasil yang
menguntungkan mereka.


7. Kontrak


Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata kontrak? Apakah anda memikirkan
lembaran kertas yang banyak dan kesepakatan yang tidak bisa diganti lagi? Jika iya, maka anda
tahu keberatan yang dirasakan klien karena ketika anda mengatakan kata kontrak berarti hal
terakhir yang perlu dilakukan klien anda menandatangani kontrak untuk mengeluarkan uang
tanpa jaminan uang itu kembali. Daripada kontrak gunakanlah kata yang lebih rileks seperti
persetujuan.


8. Saran


Kata saran seperti "saya sarankan anda untuk…." tidak memiliki nilai apapun dalam proses
penjualan karena klien anda tidak membutuhkan saran dari anda, mereka hanya membutuhkan
anda untuk menunjukan kalau anda itu bisa mengatasi masalah mereka.
Kalaupun mereka ingin mendapatkan saran, mereka hanya perlu menyewa penasihat. Jadi, ganti
kata saran dengan kata yang terdengar solutif seperti testimoni, pengalaman masa lalu, dan studi
kasus yang bisa mendukung pernyataan anda.


9. Lebih...


Yang dimaksud lebih di sini yaitu membandingkan produk/jasa anda dengan milik para pesaing
seperti "lebih unggul daripada dia" atau "lebih bagus daripada dia". Tetapi apa yang salah dengan
membandingkan produk/jasa anda dengan para pesaing?
Ketika anda mengatakan lebih unggul berati anda hanya ingin klien anda untuk menandatangani
kontrak. Klienpun sudah tahu akan hal ini karena sebelum mereka bicara dengan anda, mereka
sudah melakukan riset mengenai persaingan anda. Jadi, jangan bawa-bawa pesaing anda, anda
hanya perlu mempengaruhi klien anda untuk membuat kesimpulan sendiri karena semua
keputusan ada di tangan klien, bukan anda.


10. Terserah

Biasanya, penggunaan kata terserah digunakan oleh para penjual yang tidak tahu lagi dengan apa
yang harus dilakukan selanjutnya, tetapi kata terserah ini hanya akan menimbulkan masalah yang
lebih dalam karena selain nadanya yang terdengar konfrontatif, ketika anda mengatakan terserah
berarti anda memberikan klien anda banyak pilihan tanpa mengetahui pilihan mana yang paling
menguntungkan sehingga penundaanpun akan terjadi. Jadi, pastikan kalau anda mengetahui
setiap tahapan yang ada di dalam proses penjualan.

Baca Juga

Cara Membuat 8 Jenis Judul Blog yang Menggigit Pembaca

Cara Membuat 8 Jenis Judul Blog yang Menggigit Pembaca

Para ahli blogger, jurnalistik, dan penulis lainnya setuju kalau judul merupakan faktor utama yang akan menentukan terbaca atau tidaknya blog yang telah dibuat dan

baca detail

strategi penjualan online

Strategi Penjualan untuk Tingkatkan Pemasukan

Dalam usaha, promosi adalah hal yang penting setidaknya konsumen harus mengetahui apa yang kita tawarkan mulai dari harga dan kualitas. Marketing merupakan solusi mudah

baca detail

Bingung Seperti Apakah Kriteria Backlink yang Berkualitas? Ini Dia Jawabannya

Bingung Seperti Apakah Kriteria Backlink yang Berkualitas? Ini Dia Jawabannya

Di dalam beberapa artikel sebelumnya, kami sering sekali menyinggung bahwa sangat penting bagi anda untuk menggunakan backlink yang  berkualitas dalam website.

baca detail

Kunci Sukses untuk Membuat Website Bisnis Online yang Menguntungkan, Anda Wajib Tahu!

Kunci Sukses untuk Membuat Website Bisnis Online yang Menguntungkan, Anda Wajib Tahu!

Jika anda memiliki bisnis, maka rasanya akan sangat rugi apabila anda tak memanfaatkan dunia online dan membuat bisnis anda menjadi bisnis online. Potensi untuk meraih

baca detail

PT Media Promosi Online

Cirebon

Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia

Bandung

Ruko Puri Dago no. A3 Jl. Terusan Jakarta
Antapani, Bandung 40293, Jawa Barat, Indonesia

Copyright © RajaBackLink.com 2020 - All rights reserved
Copyright © RajaBackLink.com 2020
All rights reserved

Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.

Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.