
RajaBacklink.com - Mencari head unit Android murah tapi tetap kaya fitur memang tidak mudah. Banyak pilihan di marketplace, namun tidak semuanya benar-benar layak dibeli. Salah satu produk yang sering muncul dan cukup menarik perhatian adalah Skeleton Head Unit Android RAM 4+64 GB ukuran 9 Inch. Di pasaran, head unit ini dikenal sebagai solusi “harga hemat, fitur lengkap”. Tapi apakah benar performanya sebagus itu?
Untuk menjawab rasa penasaran Anda, berikut review lengkap, mulai dari spesifikasi, kinerja, keunggulan, hingga kekurangan yang wajib Anda ketahui sebelum membeli.
Skeleton menawarkan spesifikasi yang cukup menggoda di kelasnya. Berikut detailnya:
Layar: 9 inci IPS HD (touchscreen)
RAM: 4 GB
ROM / Storage: 64 GB
Sistem Operasi: Android 10 atau Android 11
Chipset: Quad-core (tergantung batch)
Konektivitas: WiFi, Bluetooth, GPS
Fitur Pendukung:
MirrorLink
Wireless / Wired CarPlay & Android Auto (tergantung varian)
Input kamera mundur
USB port
FM Radio
Steering wheel control
Audio: Varian dengan DSP (Digital Sound Processor) tersedia
Secara kertas, speknya terlihat sangat menjanjikan untuk head unit kelas budget.
1. Performa Harian
Dengan RAM 4 GB, perpindahan menu terasa cukup cepat. Aplikasi seperti YouTube, Google Maps, Waze, Spotify, dan TikTok bisa berjalan lancar. Untuk multitasking ringan misalnya memutar lagu sambil menggunakan GPS Skeleton masih aman tanpa lag berarti.
Namun, untuk aplikasi berat atau game, performanya mulai menurun karena chipset-nya berasal dari kelas entry-level.
2. Kualitas Layar
Layar IPS 9 inci memberi tampilan yang cerah dan tetap terlihat jelas meski terkena cahaya dari samping. Respons touchscreen cukup baik, walaupun tidak setajam head unit premium seperti dari Pioneer atau Sony.
Untuk menonton video atau menampilkan navigasi, kualitas layarnya sudah lebih dari cukup.
3. Audio
Pada varian yang dilengkapi DSP, kualitas audio terasa lebih detail dan bisa disesuaikan lewat pengaturan equalizer yang lebih lengkap. Namun, pada model tanpa DSP, kualitas suara cenderung standar saja tidak buruk, tapi tidak istimewa.
4. Konektivitas
Bluetooth berjalan stabil untuk telepon dan musik. WiFi juga bekerja baik saat tethering dari HP.
GPS cukup akurat, meski proses mencari satelit bisa memakan waktu beberapa detik lebih lama dibanding produk mid-high end.
Fitur CarPlay dan Android Auto bekerja, tetapi pada mode wireless terkadang muncul delay atau koneksi terputus sesuatu yang cukup wajar di kelas ini.
1. Harga Sangat Kompetitif
Keunggulan terbesar Skeleton adalah value for money. Dengan harga yang jauh di bawah brand besar, Anda sudah mendapatkan tampilan dan fitur seperti head unit mahal.
2. Tampilan Dashboard Terlihat Modern
Layar besar 9 inci membuat interior mobil terlihat lebih premium. Cocok untuk pengguna yang ingin memperbarui tampilan mobil tanpa mengubah banyak komponen.
3. Penyimpanan Besar 64 GB
Bagi pengguna yang suka menyimpan lagu, aplikasi, atau video offline, internal storage 64 GB terasa sangat lega.
4. Fitur Lengkap di Kelasnya
Mulai dari CarPlay, Android Auto, MirrorLink, kamera mundur, hingga steering wheel control Skeleton memberikan hampir semua fitur yang dibutuhkan pengguna masa kini.
5. Pemasangan Mudah
Banyak toko audio dan tukang pasang yang sudah familiar dengan brand Skeleton, sehingga proses instalasi biasanya cepat dan minim kendala.
1. Chipset Berbeda Antar Batch
Skeleton adalah produk OEM, sehingga kualitas dan tipe chipset bisa berbeda antar batch. Dampaknya, performa kadang tidak selalu konsisten.
2. Audio Standar pada Varian Tanpa DSP
Jika Anda pecinta audio, Anda mungkin merasa suara kurang “nendang” sehingga perlu bantuan amplifier eksternal atau memilih versi dengan DSP.
3. Durabilitas Tidak Setangguh Brand Premium
Dari segi material dan ketahanan, tentu Skeleton belum bisa menandingi produk dari Pioneer, JVC, atau Kenwood. Beberapa pengguna melaporkan sensitivitas layar menurun setelah 1–2 tahun pemakaian.
4. Update Software Terbatas
Jangan mengharapkan update Android terbaru. Produsen jarang memberikan pembaruan sistem, sehingga pengguna harus puas dengan versi yang tersedia.
5. CarPlay / Android Auto Kadang Tidak Stabil
Pada mode wireless, koneksi bisa terputus atau delay. Hal ini adalah hal umum pada head unit low budget.
Jika Anda membutuhkan head unit Android yang murah, fiturnya banyak, dan tampilannya modern, maka Skeleton Head Unit Android RAM 4+64 GB 9 Inch adalah pilihan terbaik di kelas low budget. Performa cukup lancar, tampilan bagus, dan fitur melimpah membuatnya sangat menarik untuk pengguna harian.
Namun, jika prioritas Anda adalah kualitas audio premium, stabilitas koneksi, dan durabilitas jangka panjang, produk dari brand besar tentu lebih cocok meski harganya jauh lebih mahal.
Skeleton cocok untuk pengguna yang ingin upgrade mobil dengan biaya minimal tetapi tetap mendapatkan fitur lengkap dan tampilan kekinian.
Tantangan SEO 2026: Mengapa Jasa SEO Terbaik Jadi Kunci Kemenangan?
Mengapa Jasa SEO Terbaik menjadi kebutuhan vital bagi keberlanjutan bisnis di tahun 2026, dan bagaimana mengelola tantangan SEO yang didominasi AI agar tetap kompetitif?
Kiat Sukses Pemasaran Digital 2026 Link Building Jasa dan UMKM
Mengapa strategi link building menjadi krusial bagi kesuksesan pemasaran digital 2026 untuk jasa profesional dan UMKM? Karena ini adalah fondasi untuk mencapai backlink
Flagship Termahal Samsung 2025! Review Samsung Galaxy S25 Ultra, Worth It atau Cuma Hype?
Samsung kembali menunjukkan dominasi di kelas flagship dengan Samsung Galaxy S25 Ultra, salah satu smartphone paling canggih dan mahal di pasaran 2025. Ponsel ini hadir
Apakah Anda Sudah Siap Menaklukkan Tantangan Berat Internet Marketing Tahun 2026?
Memasuki gerbang tahun 2026, para pelaku bisnis di Indonesia kini sedang bersiap menghadapi perubahan peta persaingan digital yang kian masif dan kompleks setiap
PT Media Promosi Online
Cirebon
Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia
Bandung
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115, Jawa Barat, Indonesia
Informasi
Pembayaran
Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.