
Canon EOS 6D Mark II sering dianggap sebagai kamera full-frame “tanggung” tidak sepopuler Canon 5D Mark IV, tidak sekencang lini mirrorless R-series, dan tak se-elegan 6D generasi pertama dalam hal noise. Namun, benarkah reputasi itu sepenuhnya tepat? Sejak dirilis, kamera ini menjadi salah satu opsi favorit bagi fotografer yang ingin naik ke dunia full-frame tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Artikel ini akan mengulas review lengkap, spesifikasi, serta keunggulan dan kekurangan Canon EOS 6D Mark II. Panjang pembahasan sekitar 700 kata, sesuai permintaan Anda.
Sensor: Full-frame CMOS 26.2 MP
Prosesor: DIGIC 7
ISO: 100–40.000 (expandable sampai 102.400)
Sistem Fokus: 45-point all cross-type AF
Dual Pixel AF: Ya
Shutter Speed: 1/4000s – 30s
Continuous Shooting: 6.5 fps
Video: Full HD 1080p 60 fps
Layar: 3 inci, vari-angle, touchscreen
Konektivitas: Wi-Fi, Bluetooth, NFC, GPS
Berat: 765 gram (body only)
Slot Kartu: Single SD card
Spesifikasi ini menempatkan 6D Mark II sebagai kamera full-frame entry–mid level yang menekankan kemudahan penggunaan, warna yang konsisten, serta performa low-light yang solid.
1. Dual Pixel AF yang Sangat Andal
Salah satu alasan terbesar kamera ini masih diminati adalah teknologi Dual Pixel AF, yang sangat mulus saat digunakan untuk foto maupun video. Fokus cepat, akurat, dan minim hunting. Untuk pengguna yang sering memotret portrait atau membuat video sederhana, fitur ini benar-benar membantu.
2. Layar Vari-Angle Touchscreen
Ini adalah keunggulan besar yang bahkan tidak dimiliki kamera high-end seperti Canon 5D Mark IV. Layar putar penuh sangat fleksibel untuk pengambilan angle rendah, vlogging, hingga foto candid. Touchscreen responsif membuat navigasi menu jauh lebih cepat.
3. Warna Canon yang Memanjakan Mata
Canon dikenal dengan “color science” yang natural dan pleasing. Skin tone terlihat lembut, tidak berlebihan, dan sangat cocok untuk wedding, portrait, dan fotografi keluarga. Hasil JPEG bawaan kamera sudah sangat baik.
4. Performa Low-Light Bagus
Sensor 26.2 MP yang dipadukan dengan ISO tinggi memberikan hasil low-light yang cukup bersih, terutama untuk fotografi indoor atau event. Noise masih relatif terkontrol hingga ISO 6400.
5. Build Quality Solid & Ergonomis
Grip kamera besar dan nyaman digenggam, khas Canon. Body cukup kokoh meskipun bukan yang paling tangguh di kelasnya. Tombol-tombol tersusun rapi dan familiar bagi pengguna Canon.
6. Harga yang Semakin Terjangkau
Pada 2025, 6D Mark II sudah berada di kelas harga yang sangat menarik, terutama di pasar bekas. Dengan budget yang relatif terjangkau, Anda bisa mendapatkan body full-frame dengan fitur modern seperti vari-angle dan Dual Pixel AF.
1. Tidak Ada 4K Video
Bagi pembuat konten modern, ini adalah salah satu kekurangan terbesar. Saat banyak kamera lain sudah menawarkan 4K, 6D Mark II hanya mentok di 1080p/60fps. Untuk videografer serius, ini bisa menjadi faktor penghambat.
2. Dynamic Range Kurang Kompetitif
Ini adalah kritik yang paling sering dilontarkan kepada kamera ini. Dalam kondisi kontras tinggi, shadow recovery kurang kuat dibanding kompetitor seperti Nikon D750 atau Sony A7 II. Foto bisa cepat terlihat "crushed" jika salah ekspos.
3. Sistem AF Melalui Viewfinder Cenderung Ketinggalan
Meski punya 45 titik cross-type, penyebarannya terpusat dan tidak terlalu luas. Untuk action atau olahraga, kamera ini bukan pilihan terbaik.
4. Shutter Speed Masih 1/4000s
Bagi pengguna lensa f/1.4 atau f/1.2, batas shutter ini sering membuat pemotretan outdoor jadi tricky. Tanpa ND filter, foto mudah overexposed saat menggunakan bukaan besar di siang hari.
5. Hanya Satu Slot SD Card
Untuk fotografer profesional, ini bisa menjadi kekurangan serius karena risiko kehilangan file lebih besar jika kartu mengalami error.
Jika Anda seorang fotografer yang mengutamakan warna cantik, kemudahan penggunaan, Dual Pixel AF, serta harga yang kompetitif, maka Canon EOS 6D Mark II masih sangat layak dibeli. Kamera ini cocok untuk wedding, portrait, travel, street, dan konten video ringan.
Namun, jika Anda membutuhkan dynamic range yang kuat, 4K video, atau fitur profesional seperti dual slot, maka Anda mungkin ingin mempertimbangkan kamera lain seperti Canon EOS R, Nikon Z6, atau Sony A7 III.
Canon EOS 6D Mark II adalah kamera yang sering diremehkan, padahal untuk kebutuhan tertentu, performanya justru lebih dari cukup. Ia bukan kamera yang sempurna—tetapi sangat solid dan menyenangkan untuk digunakan.
Mampukah Anda Menaklukkan Berbagai Tantangan Digital Marketing Baru yang Muncul di Tahun 2026?
Memasuki awal tahun 2026, persaingan bisnis digital di Indonesia kini menuntut kesiapan strategi yang jauh lebih matang karena perubahan algoritma yang dinamis. Anda
Bengkel Spesialis Kaki-Kaki Ini Bikin Kendaraan Kamu Nyaman di Bandung
RajaBackLink.com Kaki-kaki kendaraan adalah komponen vital yang mempengaruhi kenyamanan dan stabilitas berkendara. Jika ada masalah pada suspensi, bearing, atau kemudi,
Mampu Taklukkan Tantangan Kampanye Digital Marketing 2026 Dengan Strategi Terkini?
Memasuki awal tahun 2026, para pelaku bisnis di Indonesia mulai menghadapi pergeseran besar dalam algoritme mesin pencari yang menuntut strategi pemasaran digital lebih
Cara Paling Efektif Masuk Halaman Pertama Google dan Menang di Mesin Pencari
Masuk ke halaman pertama Google adalah impian semua pemilik website, baik itu toko online, blog, website perusahaan, maupun layanan digital. Halaman pertama bukan
PT Media Promosi Online
Cirebon
Jl. Pangeran Cakrabuana No. 201, Sumber
Cirebon 45171, Jawa Barat, Indonesia
Bandung
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115, Jawa Barat, Indonesia
Informasi
Pembayaran
Seseorang dari Semarang memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Yogyakarta memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bali memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makasar memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Medan memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jambi memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 10 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bekasi memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bogor memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pontianak memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Deli Serdang memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Brebes memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Mataram memesan 2 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jogjakarta memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Depok memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Surabaya memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Denpasar memesan 6 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Makassar memesan 4 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pekalongan memesan 3 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 7 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Pemalang memesan 8 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Jakarta memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Tegal memesan 5 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Lumajang memesan 9 backlink untuk websitenya.
Seseorang dari Bandung memesan 10 backlink untuk websitenya.